Soal Cak Imin Dipanggil KPK, Mahfud MD: Tidak Boleh Hukum Dijadikan Alat Untuk Tekanan Politik

NEWS

Padasukatv,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Gus Muhaimin dalam kasus 12 tahun lalu.  Pemanggilan Cak Imin adalah sebagai saksi kasus korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Menaggapi hal demikian, Menkopolhukam, Mahfud MD menuliskan dalam IG-nya bahwa hukum tidak boleh dijadikan alat untuk tekanan politik. “Dalam kasus pemanggilan Muhaimin oleh KPK, saya meyakini itu permintaan keterangan biasa atas kasus yang sudah lama berproses. Muhaimin tidak dipanggil sebagai TSK, tetapi dimintai keterangan untuk melengkapi informasi atas kasus yang sedang berlangsung,” ungkap Mahfud MFD.

Menurut saya, lanjut mahfud MD, dirinya juga juga pernah dipanggil oleh KPK ketika Ketua MK AM di-OTT. Pertanyaannya teknis saja, misalnya, betulkah Anda pernah jadi pimpinan Sdr AM? Tahun berapa? Bagaimana cara membagi penanganan perkara? Apakah Saudara tahu bahwa Pak AM di-OTT dan sebagainya? Pertanyaannya itu saja dan itu pun sudah dibuatkan isi pertanyaan dan jawabannya. Waktu itu, saya hanya disuruh membaca dan mengoreksi kemudian memberi tandatangan. Setelah itu pulang, tak lebih dari 30 menit.

Menurut saya dalam kasus ini, Muhaimin hanya diminta keterangan seperti itu untuk menyambung rangkaian peristiwa agar perkara menjadi terang. Berikut cuitan Mahfud MD dalam instagram-nya.


https://www.instagram.com/p/Cwy3ajjJxPI/?igshid=NmQ4MjZlMjE5YQ==